Pancasila di Sekitar Kita

 

“Tidak apa tante, biar kita yang tanggung dosanya”, seketika kalimat itu mengundang gelak tawa penonton. Siang itu, tepat tanggal 1 Juni 2018, hari sedang libur. siang begitu terik namun tak menyurutkan langkah saya menuju sebuah bioskop yang konon adalah salah satu bioskop tua di Jakarta. sebuah film yang dikabarkan mengangkat tema tentang Pancasila akan ditayangkan. Tepat sekali dengan peringatan hari Pancasila. Adalah ShopBack yang kemudian mengadakan agenda nonton bersama tersebut. Film itu berjudul “Lima”. Digawangi oleh lima orang sutradara pula yaitu Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Adriyanto Dewo dan harvan Agustriansyah.

Konon pada hari tersebut, 73 tahun yang lalu tepatnya pada 1 Juni 1945, Soekarno berpidato menawarkan gagasan mengenai dasar negara Indonesia. Pada saat itu pula, untuk kali pertama Soekarno menawarkan istilah Pancasila sebagai dasar negara. Karena itulah peringatan hari pancasila pun jatuh setiap tanggal 1 Juni.

kata “Pancasila” sendiri cukup lekat dalam ingatan saya sejak kecil. Ingatan tentang lima hal yang selalu diucapkan bersama di tengah upacara bendera setiap Hari Senin. Sesorang di belakang pemimpin upacara akan berdiri membawa sebuah map. Pada map itulah berisi selembar kertas bertuliskan Pancasila yang kemudian dibacakan pemimpin upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara. Pancasaila itu, konon adalah lima dasar negara kita yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Blogger Bercerita tentang Presiden

Di malam pergantian tahun kemarin, saya menyaksikan berbagai media memberitakan tentang Presiden Jokowi yang mengajak warga Yogyakarta untuk merayakannya bersama di Gedung Agung. Mereka menikmati santap malam bersama dengan sate dari pedagang sate keliling di sekitar istana. Tampak penampilan Presiden Jokowi pun sangat sederhana berbalut baju kaos oblong. Para pengunjung bahkan bebas berfoto bersama dengan bapak Presiden. Dikabarkan Presiden Jokowi memberi izin kepada tiga orang pemuda untuk menginap di Gedung Agung. Padahal tiga pemuda asal Madiun itu hanya datang untuk liburan di Jogjakarta dan melihat adanya keramaian di deoanb Gedung Agung. Setelah memperoleh kabar bahwa keramaian itu karena adanya Presiden Jokowi mereka pun ikut serta dan berhasil berfoto bersama, juga mengutarakan asal-usul mereka. Mengetahui bahwa mereka datang dari jauh dan belum punya tempat menginap, Presiden Jokowi memerintahkan  Kepala Istana untuk menyediakan kamar bagi mereka bertiga. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Begini Bedanya Penulis dan Fotografer

“Bagus” begitulah jawaban saya setiap kali ditanya “Bagaimana menurutmu hasil fotonya?” Saya tau itu jawaban yang pasti tidak memuaskan baginya. Dari dulu, mata saya memang tidak terbiasa menganalisa gambar-gambar. Untuk menjelaskan apa yang kurang dari sebuah gambar itu hal yang membingungkan. Yah, bagi saya semua foto bagus-bagus saja asal gambarnya jelas.

Beberapa waktu lalu, selama dua pekan saya bekerja bersama seorang fotografer. Kak Adwit, begitu saya memanggilnya. Tambahan “Kak” itu karena saya lebih muda (untuk tidak menyebutnya tua. Haha). Selama dua pekan itu, ada dua lokasi yang harus kami kunjungi yaitu Samarinda, Kalimantan Timur dan Pulau Lombok. Di kedua tempat itulah proses wawancara dan pemotretan dilakukan.

Dua pekan bersama fotografer dan beginilah ternyata: Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Menempuh Jalan Panjang Konservasi

Di sepanjang perjalanan dari Kecamatam Sinjai Barat menuju Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pohon pinus terhampar sejauh mata memandang. Termasuk di salah satu desa bernama Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah. Konon pinus ini memang sengaja ditanam pada tahun 1980 melalui program konservasi pemerintah bertajuk Sejuta Pinus. Pada lahan seluas 460 Ha, puluhan ribu bibit pinus ditanam di desa yang merupakan wilayah perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan di atas 40 derajat ini.

Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sumber: regional.kompas.com

Menanam pinus untuk program konservasi memang sangat dimungkinkan. Mengingat secara teknis pinus adalah salah satu tanaman yang mudah ditanam dan tidak membutuhkan banyak perawatan. Ia mampu tumbuh dengan baik di tanah yang kurang subur, berpasir, hingga berbatu sekali pun. Tak butuh waktu yang lama pula untuk pinus bisa tumbuh besar. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The Floating School; tentang Memberi

“Karena fasilitator menulisnya sedang berhalangan, jadi Kak Alya, Kak Moko, dan Kak Lebug nanti yang gantikan yah.” ucap Kak Nunu waktu itu saat kami dalam perjalanan. Ucapan yang tiba-tiba terasa seperti sebuah jebakan. Yah, tidak mungkin karena itu kami meminta diturunkan di jalan dan batal ikut. Padahal awalnya hanya ingin jalan-jalan dan berfoto ria.

Perjalanan di Minggu pagi itu diiringi matahari yang bersinar cerah. Saya bersama teman-teman dari The Floating School, sebuah program sekolah terapung yang digagas oleh beberapa anak muda di Makassar hendak berangkat ke Pulau Satando. Sebuah pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Untuk menjangkaunya, kita harus menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Maccini Baji, Pangkep.

image

Dokumentasi The Floating School

Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Pantau Gambut; Belajar dari Kesalahan

Berbicara tentang lahan gambut rasanya cukup asing bagi saya. Di Sulawesi Selatan, tempat saya lahir dan tumbuh besar, praktis saya sama sekali tak pernah bersentuhan dengan lahan gambut. Saya hanya ingat pada tahun 2015, dari tempat tinggal saya di Makassar, Sulawesi-Selatan, kabar tentang kebakaran lahan yang melanda beberapa daerah begitu ramai diberitakan. Pada saat bersamaan, aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana asap akibat kebakaran lahan pun dilakukan di berbagai tempat, termasuk di Makassar.

Waktu itu, bertajuk Solidaritas Makassar untuk Riau, kolaborasi dari berbagai komunitas di Makassar mengadakan penggalangan dana. Posko-posko “Masker untuk Riau” dibuka di beberapa titik untuk mengumpulkan donasi. Hasilnya kemudian disumbangkan kepada korban bencana asap akibat kebakaran lahan di Riau. Sebuah upaya yang dilakukan dari tempat yang jauh. Bahkan sebagian mungkin tak pernah bersentuhan dengan gambut, sebagaimana saya ketika itu.

Aksi Solidaritas Makassar untuk Riau. Sumber: lelakibugis.net

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | 9 Comments

Bermedia Sosial dengan Pancasila

Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila.

 Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami,

tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.

(Soekarno)

 

Pancasila, begitu lekat dalam ingatan sebagai sebuah teks yang sering didengungkan setiap Hari Senin saat melakukan upacara bendera. Namun lebih jauh dari sekedar teks, pancasila merupakan sebuah asas yang disusun dengan penuh perjuangan oleh para pendiri bangsa. Lahirnya pancasila sebagai dasar negara pun menjadi sebuah rumusan yang merangkum nilai-nilai keTuhanan, keadilan dan kemanusiaan dengan semangat persatuan dan kesatuan.

Pada 1 Juni 1945, diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Hari di mana Soekarno membacakan pidatonya yang memuat poin-poin berupa konsep rumusan awal pancasila. Dengan usia yang sama seperti kemerdekaan Indonesia, Pancasila tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Hingga di era modern yang penuh dengan pembaruan dan segala problematikanya seperti sekarang ini.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | 8 Comments

Tata Kelola Air; Kebutuhan Siapa?

Segala yang tersedia di bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia, tapi tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan satu orang yang rakus.

 

Pagi-pagi sekali, saat matahari belum terbit betul, penduduk telah berkumpul di sebuah penampungan air. Letak penampungan tersebut di tengah kebun yang berjarak sekira 1,5 km dari pemukiman warga. Melewati jalan yang berbukit menuju penampungan, tampak para pemudi dan ibu-ibu menenteng ember berisi pakaian kotor. Sedang pemuda dan bapak-bapak membawa jeriken kosong untuk diisi air kemudian di bawa pulang. Menyempurnakan semaraknya pagi itu, anak-anak pun meramaikan penampungan sembari membawa alat mandi, tak mau terlambat ke sekolah. “Kalau tidak cepat, bisa kehabisan air.” Ungkap salah seorang warga itu.

Warga Dusun Bontolaisa Hendak Mengambil Air

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

5 Tulisan “Tantangan 5” yang Menarik Perhatian Saya

Sejak satu bulan yang lalu, teman-teman dari Kelas Menulis Kepo membuat tulisan dalam rangka mengikuti Tantangan 5. Dalam tantangan ini, kita membuat tulisan yang di dalamnya terdapat “5 hal”. Bagi saya, menulis tentang lima hal ini terbilang tidak begitu sulit. Alasannya karena kita langsung fokus pada sebuah tema dan tinggal menjelaskan setiap poin dari lima hal tersebut.

Dari banyak tulisan yang diikutkan dalam Tantangan 5 ini, ada lima tulisan yang cukup menarik perhatian saya. Bukan persoalan tulisan ini bagus atau tidak, saya bukanlah orang yang punya kemampuan untuk menilai hal itu. Sebenarnya lebih kepada kepribadian dan ketertarikan saya sendiri sehingga saya jadi punya perhatian terhadap kelima tulisan ini.

tantangan5-01

Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | Leave a comment

5 Keinginan yang Belum Tercapai di Tahun 2016

Tahun 2016 sebentar lagi berlalu. Telah banyak hal yang saya lewati hingga penghujung tahun ini. Meskipun begitu, ada banyak keinginan-keinginan pula yang belum tercapai. Untuk menjadi pengingat dikarenakan beberapa keinginan sebenarnya belum tercapai dikarenakan kesalahan saya sendiri yang kurang gigih dan serius untuk mencapainya, maka saya menuliskannya di sini. Mungkin akan ada yang bersedia mengingatkan saya atau mungkin membantu saya mencapainya. Berikut tentang lima keinginan saya yang belum tecapai di tahun 2016. Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | Leave a comment