Blogger Bercerita tentang Presiden

Di malam pergantian tahun kemarin, saya menyaksikan berbagai media memberitakan tentang Presiden Jokowi yang mengajak warga Yogyakarta untuk merayakannya bersama di Gedung Agung. Mereka menikmati santap malam bersama dengan sate dari pedagang sate keliling di sekitar istana. Tampak penampilan Presiden Jokowi pun sangat sederhana berbalut baju kaos oblong. Para pengunjung bahkan bebas berfoto bersama dengan bapak Presiden. Dikabarkan Presiden Jokowi memberi izin kepada tiga orang pemuda untuk menginap di Gedung Agung. Padahal tiga pemuda asal Madiun itu hanya datang untuk liburan di Jogjakarta dan melihat adanya keramaian di deoanb Gedung Agung. Setelah memperoleh kabar bahwa keramaian itu karena adanya Presiden Jokowi mereka pun ikut serta dan berhasil berfoto bersama, juga mengutarakan asal-usul mereka. Mengetahui bahwa mereka datang dari jauh dan belum punya tempat menginap, Presiden Jokowi memerintahkan  Kepala Istana untuk menyediakan kamar bagi mereka bertiga.

Presiden Jokowi bersama tiga pemuda asal madiuan saat malam pergantian tahun di Gedung Agung Yogyakarta. Sumber: oranyenews.com

Inilah yang unik dari Presden Jokowi, ia sederhana dan sangat dekat dengan masyarakat. Mengenai hal ini saya berhasil mengutarakannya langsung kepada Tim Komuinkasi Presiden di Kementerian Sekretariat Negara. Kok bisa? Begini ceritanya:

Waktu itu masih dalam Bulan Ramadhan tahun 2017, ketika datang undangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengikuti diskusi bertema “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Bermedia Sosial”. Duskusi yang ditujukan untuk tiga puluh blogger yang tergabung dalam Komunitas Blogger Anging Mammiri tersebut juga dirangkaikan dengan Flash Bloging dan buka puasa bersama. Di sini saya cukup merasa excited karena dengan mengadakan kegiatan yang khusus diperuntukkan bagi para blogger berarti pemerintah cukup memberi perhatian kepada kami.

Dalam diskusi yang diselenggarakan di Hotel Clarion Makassar itu menghadirkan tiga orang pembicara. Pertama ada Prof. Dr. KH. Muh, Ghalib Mattoala, MA. Selaku sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membahas tentang pentingnya klarifikasi berita yang kita temukan di media. Ke dua ada Dr. Heri Santoso selaku Kepala Pusat Studi Kajian Pancasila Universitas Gadjah Mada. Beliau membahas tentang pentingnya mengaktualkan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pembicara ke tiga yaitu Andoko Darta, salah satu anggota Tim Komunikasi Presiden. Di situlah saya tercengan melihat sebuah video yang disampaikan oleh Bapak Andoko yang berasal dari kanal youtube Sudut Istana. Video tersebut menampilkan tentang aktivitas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Selain menampilkan upaya mereka menjaga keselamatan Presiden, video itu juga menampilkan tentang Presiden Jokowi yang selalu ingin berada di dekat masyarakat. Ia tidak akan sungkan meladeni masyarakat yang ingin bersalaman maupun berfoto bersama. Jadilah para Paspampres harus bekerja lebih keras. Mereka harus selalu waspada dan siap menghadapi berbagai kondisi yang tidak diinginkan.

Sebuah pertanyaan pun muncul di benak saya. Mengapa kanal seperti sudut istana ini tidak diiklankan agar jadi populer dan semua orang melihatnya? “Pak Jokowi berpesan bahwa silakan diperkenalkan dengan cara apapun, tapi jangan pakai uang negara.” Ah, kok Saya jadi makin kagum dengan presiden satu ini. Sudut Istana pun menjadi salah satu kanal yang sering saya kunjungi untuk melihat-lihat aktivitas pemerintah dan segala yang berkaitan dengan istana negara.

Setelah semua pembicara selesai, tiba saatnya Flash Blogging. Sebuah lomba menulis di blog yang dilakukan di lokasi diskusi. Dengan waktu kurang dari satu jam kami semua diminta menuliskan tentang diskusi yang baru saja kami ikuti. Tiba-tiba ruangan menjadi sunyi. Semua peserta sibuk dengan tulisannya masing-masing. Saya sendiri, hanya mencoba merangkum pembicaraan pemateri dan saya bumbui sedikit dengan pandangan saya mengenai media sosial dan pancasila. Tak disangka-sangka, tulisan itu meraih juara tiga.

Diskusi dan Flash Bloging “Pancasila dan Media Sosial” pada 16 Juni 2017 di Hotel Clarion Makassar

Berkat tulisan itulah, saya menginjakkan kaki ke Istana Negara. Setelah berbulan-bulan lamanya saya pikir tak ada lagi kelanjutan soal pertemuan dengan blogger tersebut. Tapi tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel saya. Pesan yang datang dari salah satu staf Kementerian Sekretariat Negara bernama Lastmi Purnawati Ia menanyakan kesediaan saya untuk hadir dalam Focus Group discussion (FGD) yang membahas tentang “Jokowi di Mata Blogger Indonesia”. Saya diminta hadir sebab FGD ini mereka peruntukkan untuk para pemenang dalam Flash Bloging yang pernah diadakan beserta satu perwakilan komunitas blogger. Karena posisi saya saat itu memang sedang berada di jakarta dan sedang tidak ada kesibukan pada waktu yang ditentukan tersebut, saya pun mengiyakan. Selain saya, ada dua orang juga yang diundang mewakili Makassar. Ada Daeng Ipul juga Nur Al Marwah atau biasa saya sapa Kak Nunu.

Daeng Ipul, Kak Nunu dan saya saat berkunjung di Kemneterian Sekretariat Negara

Pagi-pagi pada awal Desember 2017 itu, kami sudah bersiap untuk berangkat dari hotel tempat kami menginap menuju Kementerian Sekretariat Negara. Bu Lastmi mengabari kami bahwa FGD akan dilaksanakan pada pukul 10.00 pagi. Begitu tiba di gerbang kementerian, kami langsung disambut oleh Pak karjono, salah satu staf kementerian. Beliau lalu mengantarkan kami menuju ruangan Tim Komunikasi Presiden. Di sanalah kami bertemu dengan Ibu Lastmi yang kemudian mengantarkan kami ke ruangan tempat FGD akan dilangsungkan. Sekira lima belas menit saya, Daeng Ipul dan Kak Nunu menunggu di ruangan tersebut. Rasa gugup menyerang karena ternyata hanya kami bertigalah yang akan menjadi narasumber pada FGD tersebut.

Tak lama kemudian, beberapa anggota Tim Komunikasi Presiden hadir di ruangan. Ada dua Staf Khusus Presiden yaitu Bapak Sukardi Rinakit dan Ari Dwipayana. Ada juga Bapak Andoko Darta yang menjadi pembicara pada Diksusi Blogger yang pernah diadakan di Makassar. FGD pun dimulai dengan presentasi dari Kak Nunu selaku ketua komunitas blogger di Makassar. Beliau menceritakan sejarah dan perkembangan komunitas blogger di Makassar yang tergabung dalam Anging Mammiri. Juga tak lupa memberikan pendapatnya terkait Presiden Jokowi yang menurutnya sangat santai dan dekat dengan para pemuda.

Setelah itu dilanjutkan oleh Daeng Ipul yang bercerita tentang pengalamannya mengunjungi berbagai daerah. Ia berkisah tentang berbagai kondisi yang timpang di daerah yang ia kunjungi serta bagaimana beberapa pembangunan yang dilakukan oleh Presiden mengurangi ketimpangan tersebut. Juga tentang masyarakat di berbagai daerah yang hidup rukun dan tetap menjaga toleransi di tengah perbedan.

Focus Group Disscusion (FGD) di Kementerian Sekretariat Negara

Terakhir giliran saya bercerita mengenai pendapat saya terhadap Presiden Jokowi. Menurut saya, Jokowi adalah presiden yang sederhana dan dekat dengan rakyatnya. Ia juga presiden yang memanfaatkan media dengan baik. Bisa kita lihat vlognya yang memperlihatkan aktivitas beliau sebagai Presiden. Saya pernah menyaksikan vlog beliau yang tengah memelihara kambing. “Oh Pak Jokowi juga peliharaji kambing di’. Sama seperti kita.” ucap warga di salah satu desa di Sulawesi Selatan ketika saya memperlihatkan vlog tersebut. Hal itu ternyata membuat mereka melihat sosok Presiden dari sudut berbeda. Tidak melulu kaku dan menegangkan. Jadi, menurut saya perkembangan teknologi ini perlu untuk diperkenalkan hingga ke pelosok. Sebab inilah salah satu cara agar semua masyarakat bisa mengetahui informasi dari berbagai tempat yang jauh. Termasuk informasi mengenai aktivitas dan kebijakan pemerintah yang tentunya berkaitan dengan kehidupan mereka juga sebagai warga negara.

Ah ya, saya memang memiliki ketertarikan yang besar mengenai desa dan masyarakatnya. Saya selalu berharap, pemerintah memberi perhatian bagi mereka. Bukan hanya menjadikan mereka objek pembangunan, tapi menjadikan mereka bagian untuk bersama membangun bangsa. Dan saya bersyukur karena berkesempatan menyampaikan ini secara langsung pada orang-orang yang berada di lingkaran utama Presiden. Juga berterima kasih kepada presiden melalui mereka atas berbagai upayanya untuk mewujudkan hal tersebut. Seperti pembangunan jalan di Papua, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Sulawesi Selatan, juga akses pendidikan dan kesehatan, dan masih banyak lagi.

Presiden Jokowi sedang meninjau pembangunan jalan di Papua. Sumber: tirto.id

Tak saya bayangkan sebelumnya bahwa FGD ini akan berlangsung dengan santai dan diselingi canda. Semua yang kami sampaikan ditanggapi dengan baik oleh para Staf dan Tim Komunikasi Presiden yang hadir. Setelah FGD berlangsung, kami juga diajak berkeliling ke Istana Negara dan berkesempatan mengambil gambar di beberapa bagian Istana Negara. Sungguh tak pernah terbayang bisa masuk ke sana.

Selesai dari Istana Negara kami kembali ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara. Di sana kami berkomentar tentang lukisan-lukisan yang terpajang di dinding kantor kementerian. Ternyata itu hasil lukisan dari Pak Sukardi Rinakit. Ia memiliki ketertarikan pada seni dan budaya. Beliau lalu mengajak kami ke ruangannya dan memperlihatkan beberapa lukisan buatannya. Juga koleksi kain tenun yang ia kumpulkan dari berbagai daerah yang ia kunjungi. Kami bahkan dipersilahkan membawa pulang masing-masing satu kain miliknya. Foto bersama dengan kain pemberian beliau menjadi akhir kunjungan kami di Kementerian Sekretariat Negara.

Foto bersama Bapak Sukardi Rinakit sambil mengenakan kain tenun pemberiannya.

Selain kami, blogger dari Makassar, pihak kementerian juga akan mengundang blogger-blogger lain dari berbagai daerah untuk mendengarkan pendapat mereka. Saya sendiri sangat mengapresiasi upaya tersebut. Hal itu membuat kami jadi bisa menyampaikan pendapat, saran maupun kritikan secara langsung, bahkan mendapatkan tanggapan secara langsung pula. Terima kasih kepada seluruh Tim Komunikasi Presiden karena sudah memberi kami kesempatan ini. Kesempatan yang membuat kami semakin yakin bahwa kita berjuang bersama untuk negeri.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s