5 Hal tentang Soe Hok Gie

Hari ini, 17 Desember 2016, adalah hari ulang tahun dari salah satu tokoh aktivis bernama Soe Hok Gie. Seandainya masih hidup, aktivis era 1960an ini tepat berumur 74 tahun pada hari ini. sedangkan pada hari kemarin 16 Desember 2016 adalah hari kematian Gie yang ke 47. Ia meninggal tepat sehari sebelum ulang tahunnya pada tanggal 16 Desember 1969 di Puncak Gunung Semeru.
Meskipun telah lama meninggal dan mati di usia yang masih sangat muda yaitu 26 tahun, namun nama beliau masih terus dibicarakan sampai hari ini. Gerakan perjuangan yang dilakukan Gie pada masanya pun banyak menginspirasi para pemuda. Ada banyak hal yang berkaitan tentang Gie, mulai dari hal pribadinya sampai kehidupan sosialnya. Saya sendiri mencoba merangkum lima hal yang berkaitan dengan Gie pada tulisan ini. Beberapa hal dalam tulisan ini saya temukan ketika mengikuti kegiatan bernama “Surat-Surat Perlawanan Gie” yang diadakan oleh Tempo Institute pada hari Jumat, 16 Desember 2016.

images-8 Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | 4 Comments

5 Tempat yang Ingin Saya Kunjungi di Jawa

Semenjak keputusan melanjutkan kuliah ke mamakota saya jalani, praktis hanya kampus dan kos saja yang jadi tempat melewati hari-hari penuh tugas. Padahal saya punya impian untuk pergi ke banyak tempat di Pulau Jawa. Setelah melakukan seleksi yang cukup ketat dan berat (tsaaah…) saya lalu memutuskan bahwa inilah lima tempat yang paling ingin saya kunjungi di Pulau Jawa.

  1. Gunung Semeru

Gunung dengan ketinggian 3676 meter dari permukaan laut (mdpl) yang membuatnya menjadi gunung berapi  tertinggi ketiga di Indonesia ini berada di urutan pertama dari semua tempat yang ingin saya kunjungi di Pulau Jawa. Gunung Semeru termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Gunung Semeru juga jadi popular setelah sebuah film berjudul 5 CM yang mengambil lokasi pembuatannya di gunung ini.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

5 Istilah Hukum yang Sering Disalahpahami

Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak istilah hukum yang biasa kita jumpai. Istilah ini kadang membuat kita bingung, bahkan sering salah dalam mengartikannya. Padahal sebenarnya, pada beberapa istilah hukum, kita hanya perlu mencarinya dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan hukum lainnya yang berlaku.

Sayangnya beberapa orang, apalagi yang tidak tertarik mendalami mengenai persoalan hukum, terkadang malas untuk mengecek pengertian yang benar tentang istilah tersebut. Karena itu, Agar tidak salah dipahami lagi, dan membantu mengatasi rasa malas untuk mengeceknya, berikut saya rangkum lima istilah hukum yang kadang salah dipahami dan penjelasannya: Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | Tagged | Leave a comment

5 Alasan Kamu Harus Merantau

Sebagai orang yang telah tujuh tahun lebih meninggalkan kampung halaman, bukan berarti saya perantau yang hebat. Terlebih setelah (nekat) pergi lebih jauh lagi. Kadang tiba pada kondisi yang membuat tidak tahan untuk tidak mengeluh. Tapi tidak sampai nangis di bawah shower kok. Hehe…

Sebanarnya dengan merantau kita jadi belajar dan menemukan banyak hal. Sesuatu yang mungkin tidak akan kita temukan jika terus berada di rumah. Karena itu, saya membuat tulisan ini untuk berbagi pengalaman. Ini alasan kenapa kamu harus merantau.

dsc_1289 Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | Leave a comment

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Ditilang

Pernah ditilang saat sedang berkendara? Bagi yang pernah mengalaminya, mungkin itu menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi? Berikut 5 hal yang perlu kamu lakukan ketika ditilang.

download-2

Sumber: infoyunik.com

Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | Tagged | Leave a comment

Aktivitas Menyenangkan Bersama Switch Alpa 12

Pada era yang serba digital ini, kita tentu membayangkan sebuah teknologi yang bisa memudahkan aktivitas keseharian kita. Seperti saya yang sehari-hari menjalani aktivitas sebagai mahasiswa pascasarjana di salah satu universitas di Jakarta. Sebagai mahasiswa, tugas-tugas kuliah membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan leptop untuk mengerjakan tugas.

dsc_0015

Selian kuliah, menekuni hobi menulis blog juga saya jalani. Hobi yang membuat saya kadang dikejar deadline untuk memposting tulisan. Karena hobi ini, saya pun bisa berjam-jam di depan leptop untuk sekedar blogwalking atau ingin merapikan desain blog. Semua aktivitas inilah yang menjadikan saya tidak bisa jauh dari benda yang memiliki layar dan keyboard ini. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tinggal di Jakarta, Ini 5 Hal tentang Makassar yang Saya Rindukan

Berada di Jakarta hampir empat bulan, rasanya cukup untuk membuat kerinduan pulang ke Makassar begitu menjadi-jadi bagi saya. Pasalnya ada banyak hal dan kebiasaan di Makassar yang sampai hari ini sulit saya temui di Jakarta. Inilah lima diantaranya:

  1. Kuliner

Kuliner khas Makassar seperti coto, konro, mie titi, pisang ijo dan masih banyak lagi ini benar-benar sukses membuat saya paling merindukan Makassar. Duh, menyebutnya saja sudah bikin ngiler. Bagi yang belum mencoba, tak usahlah saya ceritakan rasanya. Silakan dicoba sendiri. Berbeda dengan masakan di Jawa yang rata-rata manis, di Makassar masakan khasnya kaya dengan bumbu dan rempah. Rasa asin dan pedas adalah rasa yang dominan pada kuliner Makassar. Butuh waktu yang lama bagi saya dengan lidah Makassar ini untuk menyesuaikan diri dengan rasa masakan di Jawa. Juga butuh kekuatan menahan rindu dengan kuliner Makassar yang lezat. Duh…

images

Salah satu kuliner khas Makassar bernama Coto Makassar. Sumber: resephariini.com

Continue reading

Posted in Tantanngan 5 KM Kepo | 6 Comments

Selamatkan Masa Depan Pangan Melalui Pertanian Berkelanjutan

Pertanian sebaiknya jangan disempitkan artinya sebatas produksi pangan,

tapi merupakan kehidupan itu sendiri.


Meski setiap hari bersentuhan dengan pangan, namun tak banyak yang begitu peduli dengan persoalan pangan yang sedang dihadapi saat ini. Padahal ancaman kurangnya ketersediaan pangan terus membayangi kita di masa yang akan datang. Seperti yang dilansir Majalah National Geographic edisi April 2015 yang mengkhawatirkan ketersediaan pangan pada tahun 2050, di mana populasi manusia di dunia meningkat hingga 35% sehinga membutuhkan 100 milyar ton bahan pangan per tahun.

Sadarkah kita bahwa pangan yang kita konsumsi sehari-hari sebenarnya berasal dari petani yang hidup pas-pasan? Oleh karena itu, pada dasarnya sebegai konsumen, kita pun harus peduli terhadap permasalahan ketersediaan pangan yang sedang terjadi saat ini. Misalnya dengan mengonsumsi pangan lokal, seperti yang diungkap oleh Dea Ananda, public figure yang ternyata juga memiliki kepedulian terhadap masalah pangan. “Korea dan Jepang mampu menjadikan produk pangan lokal mereka sebagai konsumsi masyarakat di negara lain. Indonesia yang kaya akan keberagaman tanaman pangan seharusnya bisa lebih baik.” katanya. Pendapat ini disampaikan pada Media Talk yang diadakan Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) dan Oxfam Indonesia, 30 Oktober 2016 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Satu Tahun Pelatihan Penelitian dan Pengorganisasian Desa; Satu Tahun Jatuh Cinta

Dalam pengorganisasian, sebuah data sangatlah penting. 

12308813_704309756370407_8470527541807401245_n

Namun seribu data pun tak akan berguna jika

hubungan dengan masyarakat tidak terjalin

dengan baik.

-Roem Topatimasang-


Dua bulan sudah sejak saya tinggal di Ibukota. Menjalani aktivitas di kota yang serba sibuk dan terburu-buru. Rasanya sangat berbeda dengan kehidupan yang saya jalani setahun yang lalu. Kehidupan di desa yang sederhana dan jauh dari keramaian. Program bernama Pelatihan Penelitian dan Pengorganisasian Desalah yang mengantarkan saya tinggal di desa pada waktu itu. Program yang memberi banyak pelajaran dan sukses membuat saya berubah pikiran tentang banyak hal.

Saya teringat setahun yang lalu ketika kami, 20 orang peserta, begitu tercengang dengan sebuah daerah di Pulau Jawa bernama Pacitan yang diceritakan membutuhkan waktu 13 tahun hingga bisa berubah dari lahan kering dan tandus menjadi begitu hijau. Saya sendiri awalnya mengira mudah saja untuk menyulap lahan itu. Tinggal meminta bantuan pemerintah atau swasta, lalu datang membawa bibit untuk ditanam dan selanjutnya menunggu tanaman-tanaman itu tumbuh besar. Namun saya menyadari ada yang salah dari pemikiran itu ketika ditanya “Lalu bagaimana jika seandainya masalah itu terjadi kembali suatu hari nanti? Haruskah mereka menunggu bantuan lagi?” Begitulah perkenalan awal tentang kegiatan ini. Kami mendengarkan banyak cerita tentang pengorganisasian di berbagai daerah.

Cerita pengorganisasian tadilah yang mengantarkan kita pada materi tentang sebuah metode penelitian yang disebut Participatory Action Research atau biasa disingkat PAR. Sebuah metode penelitian yang mengharuskan kita menjadi bagian dari masyarakat di lokasi yang kita teliti. Caranya dengan ikut serta dalam aktivitas yang dilakukan oleh masayarakat di lokasi tersebut. Dengan metode ini tentu saja akan membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari proses perkenalan, bergaul dengan masyarakat sampai menemukan isu utama dan permasalahannya. Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengorganisasian pada masyarakat. Itulah kenapa butuh waktu 13 tahun untuk kasus daerah Pacitan hingga bisa berubah. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Athirah; Sebuah Perjuangan Perempuan

Athirah, nama yang sebenarnya bagi saya pribadi lebih saya kenali sebagai nama sebuah sekolah Islam di Sulawesi Selatan. Konon kabarnya nama sekolah yang terkenal itu memang berasal dari nama seorang perempuan yang mendirikannya. Meski telah dituliskan dalam sebuah novel oleh Alberthiene Endah namun mengingat budaya membaca juga yang masih kurang di kalangan masyarakat, sosok perempuan ini juga rasanya masih kurang dikenali.

Berbeda halnya jika kisah ini diangkat dalam sebuah film layar lebar. Adalah sutradara bernama Riri Riza yang juga berasal dari Makassar yang menggarap cerita ini menjadi sebuah film. Meski menurut beberapa teman, apa yang diceritakan di dalam novel sangat berbeda dengan filmnya. Saya sendiri pun belum membaca novel tersebut, tapi saya kira memang hal itu sering terjadi. Sebab mengaudio-visualkan sebuah tulisan tentu saja sangat tergantung dari apa yang pembuat film tangkap dari cerita novel tersebut, juga apa yang ingin ia sampaikan melalui filmnya tentu saja.

15 Foto adegan Athirah, film yang kisahkan masa kecil Jusuf Kalla

Berbeda dengan Makassar, penayangan perdana film ini di Jakarta tidak begitu heboh. Penonton di dalam bioskop pada waktu itu kurang-lebih hanya 30 persen dari jumlah kursi yang ada. Wajar saja, orang-orang di Makassar tentu jauh lebih antusias dikarenakan film ini mengangkat tokoh dan latar daerah Makassar dan sekitarnya. Kabarnya penayangan perdana film ini disambut penuh antusias oleh masyarakat di Makassar. Saya mengetahuinya dari cerita teman yang sampai harus berdesakan dan mengantri lama untuk membeli tiketnya.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment