5 Istilah Hukum yang Sering Disalahpahami

Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak istilah hukum yang biasa kita jumpai. Istilah ini kadang membuat kita bingung, bahkan sering salah dalam mengartikannya. Padahal sebenarnya, pada beberapa istilah hukum, kita hanya perlu mencarinya dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan hukum lainnya yang berlaku.

Sayangnya beberapa orang, apalagi yang tidak tertarik mendalami mengenai persoalan hukum, terkadang malas untuk mengecek pengertian yang benar tentang istilah tersebut. Karena itu, Agar tidak salah dipahami lagi, dan membantu mengatasi rasa malas untuk mengeceknya, berikut saya rangkum lima istilah hukum yang kadang salah dipahami dan penjelasannya:

kamus-hukum-lengkap

Alat Bukti dan Barang Bukti

Kita biasa menyamakan keduanya, baik alat bukti maupun barang bukti. Padahal secara hukum, defenisi dari kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Alat bukti yang sah dalam ranah pidana berdasarkan Pasal 184 Ayat 1 KUHAP yaitu berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Sedangkan barang bukti pada Pasal 1 Angka 5 peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2010 diartikan sebagai,

Benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang telah dilakukan penyitaan oleh penyidik untuk keperluan pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.”

Jadi perbedaan kedua istilah ini terletak dari jenis hal yang menjadi bukti tersbut.

Penyidikan dan Penyelidikan

Penyidikan berasal kata dasar “sidik”, artinya proses mencari tahu, menelusuri, atau menemukan kebenaran tentang hal yang disidik. Sedangkan penyelidikan sendiri merupakan salah satu cara atau metode dari fungsi penyidikan yang mendahului tindakan lain, yaitu penindakan yang berupa penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan surat, pemanggilan, tindakan pemeriksaan, dan penyerahan berkas kepada penuntut umum.

Jadi sebelum melakukan penyidikan, dilakukan lebih dulu penyelidikan oleh pejabat penyelidik, dengan maksud dan tujuan mengumpulkan bukti permulaan atau bukti yang cukup agar dapat dilakukan tindak lanjut penyidikan. Dengan kata lain sebenarnya penyelidikan adalah rangkaian atau langkah awal dalam proses penyidikan.

Batal Demi Hukum dan Dapat Dibatalkan

Kedua istilahn ini sebenarnya mengandung makna batalnya sebuah perbuatan hukum. Yang membedakannya adalah dalam istilah “batal demi hukum”, akibat-akibat dari keputusan dianggap tidak pernah ada atau dikembalikan seperti semula sebelum adanya keputusan. Sedangkan “dapat dibatalkan” mengandung arti bahwa akibat-akibat yang timbul dari suatu keputusan tetap sah sebelum diadakan pembatalan.

Untuk lebih mudah memahami, kita kaitkan dengan contoh sebuah perbuatan hukum. Misalnya perjanjian. Pada Pasal 1320 KUH Perdata, terdapat 4 syarat sahnya perjanjian yaitu:

  1. Sepakat
  2. Kecakapan
  3. Suatu hal tertentu
  4. Sebab yang halal

Syarat pertama dan kedua adalah syarat subjektif karena kedua syarat tersebut harus dipenuhi oleh subjek hukum. Sedangkan syarat ketiga dan keempat disebut syarat objektif karena kedua syarat ini harus dipenuhi terhadap objek yang diperjanjikan.

Tidak terpenuhinya salah satu atau kedua syarat subjektif mengakibatkan perjanjian “dapat dibatalkan”. Dengan kata lain perjanjian tersebut dibatalkan jika ada yang memohon pembatalan. Sedangkan tidak terpenuhinya salah satu atau kedua syarat objektif dapat mengakibatkan perjanjian tersebut batal demi hukum, artinya tidak terpenuhinya syarat-syarat hukum untuk mengadakan perjanjian tersebut. Dengan demikian sejak semula dianggap tidak pernah ada suatu perjanjian.

Hukuman Seumur Hidup

Jika mendengar tentang hukuman seumur hidup beberapa orang mengartikan sebagai hukuman yang akan diberikan sampai kita meninggal. Banyak kemudian yang membantahnya dengan mengatakan bahwa hukuman seumur hidup berarti hukuman yang diberikan sesuai dengan usia terdakwa selama ia hidup. Jadi, jika ia hidup selama 30 tahun maka ia akan dikenai hukuman penjara selama 30 tahun pula. Manakah yang benar diantara keduanya?

 Perlu diketahui bahwqa pidana penjara seumur hidup adalah satu dari dua variasi hukuman penjara yang diatur dalam Pasal 12 Ayat 1 KUHP. Sebagaimana diatur pada Pasal 12 Ayat 1 KUHP mengatajan dua jenis hukuman pidanan penjara adalah “seumur hidup” atau “selama waktu tertentu”. Selanjutnya dalam Pasal 4 dinyatakan, pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi 20 (dua puluh) tahun.

Dari penjelasan tersebut jika pidana penjara seumur hidup diartikan sebagai hukuman penjara yang diberikan sesuai dengan usia selama seseorang hidup, misalnya 30 tahun, ini akan tumpang tindih atau bertentangan dengan peraturan mengenai hukuman pidana penjara untuk waktu tertentu yang mensyaratkan tidak boleh lebih dari 20 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pidana penjara seumur hidup adalah penjara yang dijalani seseorang mulai dari ditetapkannya keputusan sampai ia meninggal.

Tersangka, Terdakwa, dan Terpidana

Ketiga istilah ini pasti sudah sangat sering kita dengarkan, terutama ketika mendengarkan berita tentang proses di pengadilan. Perbedaan ketiganya yaitu:

  1. Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.
  2. Terdakwa adalah seorang Tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di persidangan.
  3. Terpidana adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Jadi definisi ketiganya berdasarkan pengertian di atas, masing-masing dibedakan berdasarkan tingkatan proses peradilan pidana yang sedang dijalani.

Itulah 5 istilah hukum yang sering digunakan dan kadang disalah pahami oleh beberapa orang. Jadi, tidak bingung lagi kan?

“Tulisan diikutkan dalam #Tantangan5 #KMKepo

Advertisements
This entry was posted in Tantanngan 5 KM Kepo and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s