5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Ditilang

Pernah ditilang saat sedang berkendara? Bagi yang pernah mengalaminya, mungkin itu menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi? Berikut 5 hal yang perlu kamu lakukan ketika ditilang.

download-2

Sumber: infoyunik.com

Menyapa Polisi

Pertama-tama saat diminta singgah karena dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas, yah kamu harus singgah dulu. Setelah itu, sapalah petugas polisi yang menyuruh singgah. Misalnya “Selamat siang Pak”, “Apa kabar hari ini?”, “Sudah Makan Pak?” (Eh, yang dua terakhir itu berlebihan). Tapi kalau ingin dicoba juga tidak apa-apa sih. Sekedar ingin mengetahui bagaimana respon dari polisi tersebut.

Jangan lupa juga memastikan kalau dia adalah polisi lalu lintas. Bukan pedagang kaki lima atau tukang ojek yang sedang mangkal di pinggir jalan, Hehe. Polisi lalu lintas bisa dikenal dengan mudah melalui rompi berwarna hijau yang sering bisa dikenakan saat bertugas. Juga melalui kopel dan tali kur putih, serta lambang pada baju yang ia pakai. Hal ini perlu dipastikan karena yang berhak untuk menilang hanya polisi lalu lintas, bukan polisi yang bertugas pada bagian lainnya.

Perjelas Peraturan yang Dilanggar

Setelah disuruh singgah, polisi biasanya akan meminta kelengkapan berkas seperti SIM dan STNK kemudian akan menjelaskan pelanggaran apa yang kamu lakukan. Untuk memastikan, mintalah penjelasan dari pelanggaran tersebut. Termasuk memperlihatkan bukti pasal berapa pada Undang-Undang Lalu Lintas yang kamu langgar beserta sanksinya. Ini perlu agar kamu tahu jenis pelanggaran yang kamu lakukan dan sanksi apa yang bisa menjeratmu. Jika kamu merasa tidak melakukannya, maka jelaskanlah kepada polisi tersebut. Ketidaktahuan mengenai aturan hukum pada Undang-Undang Lalu Lintas bisa membuatmu dikenai tindakan yang tidak seharusnya kamu terima.

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah ketika STNK yang kamu miliki telah melewati tenggak waktu perpanjangan. Memang ini adalah kesalahanmu karena terlambat membayar pajak STNK yang kamu punya. Akibatnya, STNK yang kmu Namun perlu diketahui bahwa dalam Undang-Undang Lalu Lintas tidak ada pasal yang mengatur tentang hal tersebut. polisi tidak bisa menilang kamu dengan alasan tidak membayar pajak STNK. Kamu harus tahu bahwa terkait persoalan tersebut, urusanmu itu dengan kantor pajak bukan dengan polisi lalu lintas. Setelah mengetahui ini, bukan berarti juga kamu bisa seenaknya tidak bayar pajak yah. Ingat! STNK yang masa berlakunya habis alias telah lima tahun tidak membayar pajak inilah yang bisa membuatmu kena tilang. Jadi tetaplah jadi warga negara yang baik dengan membayar pajak tepat waktu.

Pastikan Ada Surat Tilang

Namanya juga sedang ditilang, sudah seharusnya ada surat tilang kan. Jadi pastikan petugas polisi tersebut membawa buku berisi surat-surat tilang. Ini supaya meyakinakn kalau kita memang sedang ditilang, bukan sekedar disuruh singgah dan dimintai uang tanpa kejelasan uangnya dibawa ke mana. Cukuplah hubunganmu yang tidak jelas mau dibawa ke mana, eh.

Jika memang pelanggaran yang kamu lakukan terbukti sehingga harus membayar denda tilang, dengan mengisi dan menandatangai surat tilang itu juga berarti kamu telah menyumbang pada negara kita tercinta. Bukan menyumbang untuk kebutuhan pribadi polisi tersebut. Setiap lembar surat tilang dilengkapi dengan nomor seri yang berbeda sehingga berapapun denda yang kamu bayarkan, selama kamu mengisi surat tilang dijamin uangmu tidak bisa dibawa ke mana-mana selain disetorkan ke kas negara.

Memilih Jenis Tindakan Penyelesaian Perkara

Setelah mengetahui pelanggaran yang kamu lakukan dan surat tilang pun sudah ada, selanjutnya pilih tindakan penyelesaian seperti apa yang ingin kamu jalani. Bagi yang belum tahu, ada beberapa tindakan dalam penyelesaian perkara saat ditilang. Surat tilang yang akan diberikan pun menyesuaikan dengan tindakan mana yang akan dilakukan.

Jika kamu mengakui pelanggaran yang kamu lakukan dan akan menyelesaikan perkara tilang di pengadilan, kamu akan menerima lembar surat tilang berwarna MERAH. Setelah itu kamu akan menyelesaikan perkara di Pengadilan Negeri setempat. Meskipun menyita waktu karena harus datang ke pengadilan, namun denda yang diberikan biasanya lebih rendah dari jumlah denda maksimal yang ditentukan pada pasal yang kamu langgar.

Jika tidak ingin ke pengadilan, kamu juga bisa menyelesaikan denda tilang melalui Bank BRI. Untuk alternatif ini, kamu akan mendapatkan surat tilang berwarna BIRU. Selanjutnya kamu bisa datang di Bank dengan membawa surat tilang tersebut dan membayar dendanya. Tapi jangan salah, jumlah denda yang diberikan untuk alternatif ini adalah jumlah maksimal denda sesuai aturan pada pasal yang kamu langgar. Untuk jenis pelanggaran tidak memiliki SIM, kamu akan dikenai denda sebesar 1 juta rupiah. Kalau kamu memang punya banyak uang, boleh-boleh saja memilih alternatif ini,

Bagi kamu yang berasal dari luar kota lalu ditilang dalam perjalanan, kamu mungkin tidak akan sempat menjalani sidang maupun pergi ke bank. Alternatifnya kamu bisa menitipkan denda kepada petugas polisi yang menilang tersebut. Kamu akan tetap diberikan lembar tilang berwarna MERAH tapi tidak perlu datang ke pengadilan lagi karena uang denda sudah kamu titipkan melalui petugas polisi tersebut. Yang terpenting, jenis tindakan apapun yang kamu pilih pastikan kamu mengisi dan menandatangani surat tilang sebelum mengeluarkan sejumlah uang. Itu jika kamu tidak ingin uang yang kamu berikan masuk ke kantong pribadi si petugas polisi tersebut.

Lalu bagaimana kalau misalnya kamu merasa tidak melakukan pelanggaran sementara polisi tetap ngotot menilang? Nah pada kondisi ini kamu akan diberikan dua lembar surat tilang yaitu MERAH dan BIRU sekaligus. Ini artinya, kamu akan menjalani sidang dan pengadilan mempertemukan kamu dengan petugas polisi yang menilangmu untuk menyelesaikan perkara ini. Selanjutnya kamu tinggal mengikuti keputusan persidangan, apakah kamu dinyatakan bersalah atau tidak.

images-5

Surat tilang berwarna biru dan merah. Sumber: beradabdijalan.blogdetik.com

Pamit dan Pulang

Setelah semua urusan tilang selesai, jangan lupa pamit kepada polisi lalu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, renungilah kesalahan yang kamu lakukan. Refleksikan dan berusahalah menjadi lebih baik dengan tidak melakukan lagi kesalahan yang sama. (Kok jadi melankolis begini yah).

Itulah hal-hal yang perlu kamu lakukan saat ditilang. Intinya jika tidak ingin ditilang dan berurusan dengan petugas polisi, yah jangan lakukan pelanggaran lalu lintas.

Selamat berkendara dan hati-hati di jalan yah! 🙂

“Tulisan diikutkan dalam #tantangan5 #KMKepo

Advertisements
This entry was posted in Tantanngan 5 KM Kepo and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s