Prahara Hutan Pinus

images

Ilustrasi hutan pinus/ http://www.fotolepas.com

Hutan pinus terhampar hijau di sebagian besar wilayah Sinjai Barat dan Tengah, dua kecamatan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sejak tahun 1980 pinus ini memang sengaja ditanam oleh pemerintah untuk program reboisasi.

Pohon pinus yang ada di kawasan hutan tersebut bisa diolah oleh warga. Getahnya bisa disadap dan dijual seharga Rp 4.500/liternya. Kecuali untuk ditebang, sebab daerah hutan pinus tersebut berada di kawasan hutan lindung yang berada di bawah naungan Dinas Kehutanan setempat.

Pinus, tanaman monokotil yang memiliki ciri khas batang berbentuk bulat simetris, lurus tegak serta terdapat alur yang dalam di kulit luarnya. Bentuk daun pinus sepert jarum dengan jumlah dua helai dengan tepi daun bergerigi halus. Cabang-cabang pinus yang ada di bagian tengah hingga atas pohonnya membentuk putaran yang teratur. Tinggi pohon pinus berkisar 20 hingga 40 meter.

Di Indonesia, jenis pinus yang tumbuh Pinus Merkusi. Pada umumnya, pinus dapat tubuh di darah beriklim sedang hingga dingin yaitu daerah yang berkisar antara ketinggian 400 hingga 1800 meter di atas permukaan laut. Maka dari itu, di daerah lereng gunung tidak jarang ditemui hutan-hutan pinus.

Di Indonesia, pinus sudah ada sejak zaman pemerintah kolonial Belanda. Konon untuk membuat iklim Indonesia mirip dengan iklim daerah asalnya yang sejuk, para penjajah sengaja menanam pinus di tempat-tempat yang ia kuasai. Keberadaan hutan pinus di suatu daerah memang menambah hawa yang sejuk dan segar karena daunnya yang rimbun.

Miskipun pada awalnya tumbuh secara alami, akhirnya kini pohon pinus dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Kayu pinus digunakan untuk keperluan konstruksi ringan dan meubel. Hasil lainnya berupa getah yang diolah menjadi minyak yang mengandung senyawa terpentin. Minyak itu berfungsi sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak bahan campuran vernis yang biasa digunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu. Selain itu juga mengandung senyawa gondorukmenyang digunakan sebagai bahan kosmetik dan sabun mandi, termasuk bahan baku industri kertas, plastik, keramik, dan cat batik. Aroma minyak hasil getah pinus ini juga sangat harum sehingga biasa digunakan untuk aroma parfum pada ruangan dan kapur barus. Buah pinus sendiri oleh pengrajin dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan seperti gantungan kunci.

Pinus adalah salah satu tanaman yang tidak memerlukan banyak perawatan. Ia mampu tubuh baik meskipun di tanah yang kurang subur, berpasir, hingga berbatu. Hal tersebut membuat pinus menjadi tanaman yang banyak dibudidayakan untuk konservasi lahan. Termasuk yang ada di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Celakanya, di balik keberadaan hutan pinus ini ada bahaya yang mengancam masyarakat. Khususnya di daerah resapan air, pinus sangat tidak cocok untuk ditanam. Sebab, pinus memiliki daun jarum yang banyak memliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.

Selain itu, daun pinus yang jatuh ke tanah akan sulit terlapuk dan menyebabkan air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Banyaknya air yang diuapkan pinus dan ditambah sedikitnya air yang meresap ke tanah ini membuat cadangan air dalam tanah menipis. Efeknya pada musim kemarau, daerah yang berada di sekitar hutan pinus akan mengalami kekeringan.

Menurut keterangan warga di Dusun Bontolaisa, Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah, sejak tahun 1990an ketika pinus mulai tumbuh besar dan diproduksi hasilnya, kondisi air di dusun tersebut mulai tidak normal. Di daerah yang terletak tidak jauh dari kawasan hutan pinus ini pada musim kemarau, antara Juni hingga November, warga kesulitan memperoleh air bersih. Air yang mengalir ke rumah warga sangat sedikit dan harus dijatah.

Tahun ini, keadaannya lebih parah dari tahun sebelumnya. Sebagian besar rumah warga di Lorong Tallassang yang terletak di Dusun Bontolaisa sama sekali tak teraliri air. Akibatnya warga harus mengantri untuk mengambil air di penampungan yang terdapat di salah satu kebun milik warga.

Akibat lain yang ditimbulkan oleh pinus, bencana longsor. Jenis pohon pinus yang besar dan berat membuat tanah kelebihan beban. Apalagi jika pinus tersebut berada di lereng gunung dan saat musim hujan tiba. Tanah akan menjadi berat dan jenuh sehingga mengakibatkan tanah mudah runtuh.

Pohon pinus berpotensi lebih besar menyebabkan kebakaran hutan. Zat terpentin yang terdapat pada batang pohon pinus adalah zat yang mudah terbakar. Selain itu, tumpukan daun-daun pinus yang gugur tidak mudah membusuk secara alami sehingga jika terjadi kebakaran akan dengan mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Baru-baru ini, Hutan Lindung Bulu Pattiorang, Kecamatan Sinjai Barat, sudah dua kali kebakaran selama dua bulan terakhir ini. Musim kemarau panjang ini menyebabkan pohon pinus mengalami kekeringan sehingga mudah tersulut api, bahkan dengan api rokok sekalipun. Kebakaran yang kedua, 11 Oktober lalu menghanguskan 1,6 hektar kawasan hutan pinus hanya dalam waktu 2 jam.

Baru saja, pada 17 Oktober lalu, Dinas Kehutanan kembali mengadakan reboisasi dengan pohon pinus di daerah Kandreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Derah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sinjai pada bagian timurnya ini memang daerah yang kaya akan pinus.

Di masa depan, 10 tahun kemudian, pinus-pinus itu akan tumbuh besar memberikan manfaat sekaligus bahaya yang mengancam masyarakat.

Konservasi bukan hanya soal menghijaukan lahan yang gundul. Konservasi tetap harus memperhatikan manfaat dan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Tulisan ini juga terbit di payopayo.or.id (http://payopayo.or.id/2015/10/prahara-hutan-pinus/)

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s