Apa Peranmu?

Katanya, dunia ini panggung sandiwara. Ada banyak peranan yang bisa kita mainkan. Ada yang berperan mengurusi hal-hal besar hingga hal-hal yang dianggap kecil. Ada yang terlahir menjadi pemimpin, ada yang suka menata kota, ada yang senang menyeberangi pulau-pulau, ada yang suka mengutak-atik computer, ada yang sibuk memoles tubuh. Ada yang dilahirkan untuk mendidik anak-anak kecil, membangun gedung-gedung, merancang pakaian, membuat lemari, kursi, hingga benda-benda kecil seperti jepitan rambut.
Seorang sarjana kedokteran pun bisa jadi penyair terkenal. Sarjana pertanian bisa jadi politikus handal. Ahli sejarah bisa jadi pedagang sukses. Lulusan sekolah militer bisa jadi presiden. Bahkan orang yang tak pernah bersekolah sekalipun bisa jadi orang besar.
Disaat orang-orang sibuk memperdebatkan nasib bangsa. Pada saat yang sama ada orang-orang yang sibuk menggerus harta negara ini. Ada yang memilih diam jadi penonton. Ada juga yang sibuk mengurusi isi perutnya.
Dalam hidup ini ada begitu banyak pilihan peran. Begitu banyak hal yang bisa kita perbuat. Pertanyaannya, peran mana yang kau pilih? Apa yang ingin kau ciptakan? Seperti apa kau ingin dikenang? apa yang membuatmu bersemangat dan melihat kembali sisi baik setiap kejatuhan, apakah hidup harus selalu seperti kebanyakan?
Kadangkala saya melihat alam yang luas, saya melihat tebing terjal dan batu-batu yang dibongkar atau pohon-pohon yang ditebang tanpa ampun demi kemajuan kita semua. Tak ada kesalahan di sana, kemajuan tentu butuh inovasi, ada resiko pula. Lalu saya menonton film dokumenter tentang negara tanpa komersial, mereka membagi apa saja dengan sistem sosialis, sistem yang selalu dipahamkan sebagai aliran kiri, sungguh tak berdasar. Di sana, di negara yang memilih sistem otoriter. Kesenjangan sedikit sekali, tetapi tiap-tiap orang tetap membangun dan menjalani perannya tanpa terburu-buru akibat tendensi ekonomi berlebihan.
Kisah-kisah heroik itu selalu menyenangkan. Tentang anak-anak muda yang membangun desa, tentang pegawai negeri yang rela bertugas di dearah pelosok, tentang orang-orang miskin yang masih sempat saling berbagi, atau tentang seorang pemimpin arif yang mencintai rakyatnya. Ada juga kisah mengagumkan tentang tokoh-tokoh besar dengan peranannya. Seperti kisah tentang Che Guevara, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, Tan Malaka dan masih banyak lagi.
Di dunia ini ada banyak drama yang terjadi, ada banyak peran dibagikan. Lalu mengapa harus seragam? seragam itu membosankan, percayalah….

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s