Empty Nest Sindrome

Mungkin sebuah peristiwa yang biasa bagi kita, ketika seorang anak harus beranjak dari keluarga tempatnya berasal untuk menempuh pendidikan. Tapi taukah kau, sesuatu yang disebut Empty Nest Syndrome (Sindrom Sarang Kosong), sebuah kondisi psikologi yang dialami orang tua (terutama para Ibu) karena ditinggal pergi oleh anaknya. Ketika seorang anak yang telah diasuhanya pergi, si Ibu akan merasa sangat bersedih karena kehilangan, hari-harinya akan terasa hampa dan tidak berguna. Bahkan rasa kehilangan itu bisa membuatnya menangis berlebihan, hingga tak ingin lagi berkumpul dengan temannya dan melakukan pekerjaannya.

Di saat berada jauh dari orang tua, sebaiknya sering-seringlah menghubunginya, menanyakan kabar atau berkeluh-kesahlah kepadanya, mintalah dibuatkan sesuatu untuk dikirmkan. Dengan begitu ia akan merasa keberadaannya penting dan masih dibutuhkan.

Begitu beratnya “kehilangan” itu. Sebuah ruang kosong yang jika dibiarkan begitu saja akan terasa menyakitkan.

Ketahuilah, ada jeda diantara kepergian dan kepulangan yang harus dirawat baik-baik.

Saatnya pulang…

Ditulis, dua hari menjelang tahun baru 2015. Saat keinginan pulang melewati pergantian tahun bersama orang terkasih begitu membuncah.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s